Bagi Anda yang baru mulai melirik usaha peternakan unggas, nama ayam KUB mungkin sering terdengar di berbagai komunitas peternak atau forum jual beli ternak. Namun, apa itu ayam KUB sebenarnya? Mengapa akhir-akhir ini banyak sekali peternak yang beralih atau disarankan memelihara ayam jenis ini?
Di artikel perdana dari seri Panduan Lengkap Ayam KUB ini, Bang Joper akan mengupas tuntas apa itu ayam KUB, bagaimana asal muasalnya, hingga mengapa ia dianggap sebagai primadona baru di dunia peternakan unggas Indonesia.
1. Pengertian Ayam KUB
Ayam KUB adalah singkatan dari Kampung Unggul Balitbangtan. Sesuai dengan kepanjangannya, ayam ini merupakan galur ayam kampung asli Indonesia yang telah melalui proses seleksi ketat oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Secara genetik, ayam KUB adalah 100% ayam kampung. Ia bukanlah hasil persilangan dengan ayam ras (broiler maupun layer luar negeri). Oleh karena itu, ayam KUB memiliki cita rasa daging yang persis sama dengan ayam kampung biasa. Bedanya, ayam ini telah dioptimalkan agar kemampuan bertelurnya jauh melampaui ayam kampung pada umumnya.
2. Sejarah dan Asal Usul
Pengembangan ayam KUB dimulai sejak tahun 1997. Para peneliti dari Balitbangtan (sekarang berada di bawah naungan BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional) menyadari bahwa ayam kampung memiliki potensi luar biasa namun terkendala oleh dua sifat alami:
- Produktivitas telur yang rendah (hanya sekitar 40-50 butir per tahun).
- Sifat mengeram (broodiness) yang tinggi. Setiap kali ayam kampung selesai bertelur sebanyak 10-14 butir, mereka akan mengerami telurnya selama minimal 21 hari, lalu mengasuh anaknya selama beberapa minggu. Siklus ini sangat memperlambat produksi telur secara keseluruhan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti melakukan seleksi genetik selama 6 generasi (berlangsung bertahun-tahun) dengan membuang gen pengeram ayam kampung dan menyeleksi indukan yang paling banyak bertelurnya. Hasilnya diresmikan oleh Menteri Pertanian menjadi ayam KUB-1, dan kini telah diperbarui lagi dengan galur KUB-2 yang memiliki performa lebih baik (dikenal juga dengan nama Janaka).
3. Ciri-Ciri Ayam KUB
Bagi orang awam, ayam KUB sangat sulit dibedakan dengan ayam kampung biasa karena memang mereka adalah ayam kampung. Ciri-ciri fisiknya antara lain:
- Warna Bulu: Sangat beragam (partridge), namun warna bulu yang paling dominan adalah hitam kemerahan, bercak hitam, dan cokelat gelap.
- Bentuk Tubuh: Ramping, kaki buntek kehitaman atau kuning pucat, dan sangat gesit.
- Sifat Genetik: Sifat mengeramnya sudah turun hingga tersisa 10% saja. Jadi saat bertelur, induk KUB jarang sekali mau mengerami telurnya. Peternak WAJIB menggunakan mesin penetas (inkubator) jika ingin menetaskan telurnya.
4. Mengapa Cocok Untuk Pemula?
Banyak pemula yang ragu memulai beternak ayam ras petelur karena manajemen kesehatannya (biosecurity) yang sangat rumit dan rentan stres. Namun, dengan ayam KUB, tantangan tersebut jauh lebih ringan:
- Adaptasi Cuaca Ekstrem: Karena 100% ras ayam lokal, daya tahannya sangat kuat terhadap perubahan cuaca ekstrem di Indonesia.
- Daya Tahan Penyakit: Jauh lebih resisten terhadap penyakit musiman dibanding ayam layer maupun broiler.
- Pakan Fleksibel: Walaupun untuk bertelur maksimal tetap butuh pakan pabrikan berprotein standar, pencernaan ayam KUB sangat bisa menoleransi pakan alternatif buatan sendiri (fermentasi, dedak, maggot, dll) tanpa gampang sakit pencernaan.
Kesimpulan Bang Joper
Ayam KUB adalah jawaban dari pemerintah Indonesia untuk peternak yang ingin beternak ayam kampung petelur dengan skala industri. Anda tidak perlu repot-repot menyilangkan ayam sendiri, karena Balitbangtan sudah merangkum genetik terbaik di ayam KUB ini.
Setelah Anda mengerti apa itu ayam KUB, di artikel selanjutnya Bang Joper akan membahas tentang 10 Keunggulan Ayam KUB Dibandingkan Ayam Kampung Biasa. Simak terus seri panduan ini untuk menguasai ilmu peternakan ayam KUB dari nol hingga mahir!