Cara Merawat Anak Ayam KUB (DOC) Agar Tidak Mudah Mati

Fase brooding (pemeliharaan indukan buatan anak ayam dari umur hari ke-0 hingga 3 minggu) merupakan kunci nyawa dari seluruh budidaya hewan unggas. Jika DOC (Day Old Chick) lolos tahap balita ini dengan mulus tanpa kematian, mereka dipastikan tumbuh besar karena badannya sudah menciptakan tameng antibodi mandiri.

Tingkat kematian doc yang wajar di peternakan modern maksimal adalah 3%-5%. Apabila doc mati hingga 20% kandang, pertanda peternak melakukan kesalahan fatal. Mari cegah kerugian dengan 4 taktik cara merawat DOC ayam KUB agar tidak gampang mati berikut.

1. Siapkan Kandang Suhu Open-House 2 Hari Sebelumnya

Jangan baru menyiapkan lampu disaat kurir mengirim anak kardus ayam ke pekarangan Anda! Nyalakan alat pemanas pijar bohlam lampu sedari awal (1 atau 2 hari pra pemasukan). Tujuannya agar udara lembab basah dinding kayu kandang terkuras kering.

DOC butuh suhu yang panas menekan. Rataan suhu ideal adalah 32 hingga 34 derajat celcius di minggu pertamanya. Jangan gunakan lampu LED (awet energi namun minim rambat panas). Pasang dinding penyekat keliling berbahan triplek mika setinggi 40cm merangkap alas serbuk gergaji supaya tidak ada laju hembusan lubang angin malam yang bocor masuk mendinginkan telapak kaki telanjang doc tersebut.

2. Tembakan Pertama: Glukosa Air Gula Merah (Hari ke 1)

Kesalahan masiv pemula adalah memberi pakan tepung saat doc baru turun tumpah dari dus. Usus mereka masih "kaget dan menutup". Memberikan pakan kering mentah pertama kali bisa menyebabkan radang berak berbusa putih.

Berikan air larutan Gula Merah / Gula Aren cair hangat kuku matang (sekitar larutan 3%-5%), tuang ke cup wadah minumannya. Mengapa Gula Merah? Anak ayam yang pingsan kepanasan menempuh jarak ekspedisi berjam-jam dari pabrik butuh disuntik energi kalori super instan murni. Gula Jawa mensuplai kalori itu tanpa memaksa usus meremas mual padatan. Baru berikan taburan pakan sedikit berselang tiga hingga empat jam kemudian pasca mereka melek pulih minum nyaring.

3. Tebar Pakan di Penampang Luas (Nampan Koran)

Insting mencari remah cacing belum terbangun di anak usia 1-3 hari. Bila tempat pakan Anda terbuat dari lubang tabung bulat lonjong (hopper gantung standar), banyak DOC KUB akan kesulitan menemukannya dan berakhir kurus kerdil menunduk (Dehidrasi/Kelaparan ganda).

Sebarkan bertebar merata (Ad Libitum) Pur halus Starter BR-11 di atas koran yang dipaparkan merata memenuhi pojok setiap jengkal kandang bohlam. Taburkan sedia sedikit sesering Anda nengok mereka (4-5x perhari) daripada memberi makan menumpuk gunungan beresiko apek terciprat fesesnya.

4. Peka Membaca Bahasa Tubuh Reaksi Suhu KUB

Anak unggas tidak termometer mulut, tapi bahasa tabiat mereka jujur melontarkan keluhan panas dinginnya suhu brooding:

  • Bergerombol Tumpuk Menggunung Pas di Tengah Bawah Bohlam Terang: Alarm Bahaya Suhu Amat Sangat Dingin. Segera pasang bohlam ektra atau tutup tirai ventilasi luar angin.
  • Menjauh Mepet Merayap di Dinding Sudut Box Tergelap, Mulut Danga-danga Menganga Bertelur Liur: Alarm Bahaya Suhu Sangat Terlampau Panas Oven. Matikan satu bohlam, buka sedikit tirai atas untuk membuang uap panas.
  • Menyebar Bebas Ceria Berlarian Sambil Mematuk Bebas Ke Segala Penjuru: Pertanda Anda berhasil, iklim kenyamanan (Comfort Thermoneutral Zone) sukses tercapai sempurna.

Tahap rawat anak hanyalah sebagian dari gerbong gerak hidup ayam. Pasca usia sebulan mereka tahan dingin angin. Namun kendala penyakit di umur tanggung mulai berdatangan. Mari antisipasi dengan melihat Penyakit Yang Sering Menyerang Ayam KUB dan Obat Mujarabnya.