Produktivitas adalah jantung dari segala usaha peternakan unggas petelur. Jika Anda memutuskan untuk memelihara ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) sebagai sumber penghasilan harian dari penjualan telur kampung, maka pertanyaan pertama yang harus Anda jawab adalah: Berapa tepatnya produksi telur ayam KUB setahun?
Banyak angka bertebaran di internet yang berlebihan. Agar perhitungan bisnis Anda tidak meleset, mari kita bahas fakta aslinya berdasarkan uji coba Balitbangtan dan pengalaman peternak skala rumahan.
1. Produksi Telur KUB-1 (Galur Pertama)
Pada saat generasi KUB pertama kali diperkenalkan (biasa disebut KUB-1), ayam ini menjanjikan revolusi besar. Dibandingkan ayam kampung biasa yang hanya bertelur sekitar 40-50 butir setahun, ayam KUB-1 mampu menghasilkan telur antara 130 hingga 160 butir per induk per tahun.
Dengan kata lain, efisiensi produksinya meningkat hampir 300%. Dalam kondisi pemeliharaan semi-intensif yang cukup standar, puncak produksi KUB-1 berada di kisaran angka 50% hingga 60% HD (Hen Day). Artinya jika Anda punya 100 ekor indukan KUB-1, Anda rata-rata hanya akan mendapatkan maksimal 50-60 telur per harinya pada saat masa puncak.
2. Produksi Telur KUB-2 (Galur Janaka)
Pemerintah terus memperbaiki genetika KUB. Keluarlah ayam KUB generasi kedua yang sering dilabeli KUB-2 Janaka. Galur ini dirancang khusus murni sebagai tipe petelur yang lebih unggul.
Menurut riset resmi, produksi telur KUB-2 mampu menyentuh angka 160 hingga 200 butir per indukan per tahun. Puncak bertelur hariannya (Hen Day) sanggup menembus angka 65% hingga 75%. Oleh karena itu, bagi Anda yang fokus berjualan telur, Sangat disarankan membeli bibit KUB-2 daripada KUB-1.
3. Kapan Ayam KUB Mulai Bertelur?
Ayam KUB akan membuahkan telur perdananya di usia yang jauh lebih cepat dari ayam kampung biasa, yakni di umur 20 - 22 minggu (sekitar 5 hingga 5.5 bulan). Berbeda dengan pendahulunya yang butuh waktu lebih dari 6 bulan hanya untuk belajar bertelur.
4. Faktor Penentu Tercapainya Target Produksi
Jangan mengira dengan sekedar menaruh KUB-2 di kandang, ia otomatis akan bertelur 200 butir setahun. Kinerja puncaknya sangat bergantung pada tiga faktor krusial yang diatur langsung oleh peternak:
- Kualitas Nutrisi Pakan: Ayam KUB petelur membutuhkan pakan layer dengan kadar Protein Kasar (Crude Protein) 17% - 19%. Jangan terlalu banyak memberi sayuran atau bekatul hingga protein turun di bawah standar, akibatnya ayam akan mogok bertelur.
- Manajemen Sinar Terang (Pencahayaan): Unggas petelur sangat terpengaruh oleh jam cahaya. Agar indung telurnya terstimulasi, indukan ayam KUB harus mendapatkan pencahayaan (bisa dibantu lampu kuning) total selama 16 jam per hari (termasuk sinar matahari pagi).
- Bebas Dari Stresor: Ayam KUB memang tidak semanja ayam Leghorn, tapi suara ledakan (petasan), anjing liar, cuaca terlalu panas, hingga pergantian jenis pakan secara mendadak terbukti bisa menurunkan produksi telurnya hingga 30% dalam semalam.
Kesimpulan dan Perhitungan Cuan
Jika Anda mampu mengawal KUB-2 dengan baik sehingga rataan HD mencapai 60%, maka dari 100 ekor indukan Anda akan panen 60 butir (kurang lebih 1.5 - 2.5 kg) telur ayam kampung setiap paginya. Dijual dengan harga satuan telur tetas maupun konsumsi Rp. 2.500 hingga Rp. 3.500 per butir, peternakan KUB sangat layak disebut sebagai tambang uang di pekarangan rumah.